Sempat Terancam Putus Sekolah, Belasan Siswa SMK PN Purworejo Akhirnya Ikuti Ujian

Sedulur Azis Subekti, (Purworejo)-Belasan siswa SMK PN Purworejo yang sempat terancam putus sekolah karena tidak mampu melakukan pelunasan pembayaran biaya pendidikan akhirnya kembali ke sekolah untuk mengikuti ujian tengah semester (UTS).

Hafid, salah satu siswa yang hampir putus sekolah merasa lega dan bahagia tak terkira. Tak menyangka persoalan yang menimpanya bersama beberap siswa yang lain mendapat perhatian serius serta respon cepat dari anggota Fraksi Gerindra serta Presiden Prabowo Subiyanto.

“Alhamdulillah sudah terlunasi sehingga hari ini saya dan teman-teman saya bisa mengikuti ujian susulan. Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo, pak Azis Subekti dan pers di Purworejo,” kata Hafid saat ditemui di halaman SMK PN Purworejo, Senin (20/10).

Hafid merupakan satu dari empat siswa yang mendapat bantuan pembayaran biaya sekolah dari Anggota Fraksi Gerindra, Azis Subekti. Sebelumnya ia sempat putus asa karena orang tuanya tidak mampu melunasi pembayaran biaya sekolah. Akibat persoalan ini ia pun terpaksa tidak bisa bergabung dengan teman-teman sekelasnya untuk mengikuti UTS Semester Ganjil 2025.

Setelah persoalan yang menimpanya teratasi siswa berprestasi di kelasnya itu merasa tenang dan berjanji untuk rajin semangat belajar. Pada hari pertama pelaksanaan ujian susulan pada Senin pagi tadi ia merasa cukup nyaman.

“Saat masuk kelas tadi saya nyaman-nyaman saja yang jelas tidak ada yang bullying saya. Sekali lagi, pak Azis kami sangat berterimakasih. Dengan bantuan pak Azis akhirnya kami bisa lanjut belajar,” ucap Hafid menambahkan.

Ia menceritakan, pada hari pertama ada tiga mata pelajaran yang diujikan. Seluruhnya, akan ada 11 mata pelajaran yang diujikan dalam UTS susulan ini.

Berkaca dari persoalan ini, Hafid berharap pihak sekolah maupun yayasan membuat aturan yang lebih bijak dan transparan. Semisal jika ada hal atau aturan baru agar segera sampaikan kepada wali siswa.

Terpisah, Pembina Yayasan Pembaharuan Haryo Koco Buwono mengemukakan bahwa seluruh tunggakan dari belasan siswanya sudah terbayarkan. Mereka telah mengikuti ujian susulan secara bertahap sejak 13 Oktober lalu.

Ia membeberkan, dari belasan siswa yang menunggak pembayaran, ada empat orang yang diselesaikan Anggota Fraksi Gerindra Dapil 6, Azis Subekti. Sisanya dibantu oleh alumni dan melakukan pembayaran dengan usaha sendiri.

Terkait persoalan ini, kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga mengutus tim untuk mendatangi SMK PN pada Senin (20/10).

“Pertemuan dengan cabang dinas mereka cuma butuh penjelasan duduk permasalahanya seperti apa. Tadi sudah kami jelaskan semua,” ucap Haryo.(tyb)

Sumber Metro Times

Related Posts