Jakarta, 26-11-2025,- Serapan anggaran negara tahun ini dinilai sudah berada pada tren positif. Namun Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti mengingatkan pemerintah agar tidak terpaku pada capaian persentase serapan semata, melainkan memastikan setiap rupiah APBN benar benar kembali ke rakyat dalam bentuk program yang bermanfaat.
Azis Subektimenjelaskan, berdasarkan paparan pemerintah, rata rata kementerian dan lembaga telah menyerap anggaran di kisaran 70 sampai 80 persen dan diproyeksikan bisa mencapai sekitar 90 persen hingga akhir tahun. Meski begitu, ia menilai masih ada ruang perbaikan terutama terkait anggaran yang belum terserap hingga kuartal ketiga.
“Serapan keseluruhan ya, rata rata kan mereka sudah menyerap antara 70 80 persen dan proyeksinya antara 90 an persen. Ini tentu perkembangan yang baik, tetapi tetap perlu kehati hatian ke depan,” ujar Azis Subekti Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dalam keterangan di Kompleks Parlemen.
Menurutnya, anggaran yang belum terserap sampai kuartal ketiga sebaiknya segera dievaluasi dan, bila memungkinkan, dialihkan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak. Azis mendorong pemerintah mengutamakan program program perlindungan sosial bagi kelompok rentan di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kalau memang ada anggaran yang tidak terserap di kuartal ke tiga, alihkan saja, seperti yang juga disampaikan oleh Menteri Keuangan. Pemerintah bisa menggunakan alokasi itu untuk kebutuhan masyarakat yang lain yang lebih penting, terutama jaring pengaman sosial,” tegas legislator dari Dapil Jawa Tengah VI yang meliputi Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Magelang dan Kota Magelang tersebut.
Azis Subekti menilai, penguatan jaring pengaman sosial tidak hanya penting bagi masyarakat miskin dan rentan, tetapi juga berkontribusi menjaga daya beli dan stabilitas perekonomian daerah. Karena itu, ia mendorong koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR dalam menyusun skala prioritas penggunaan anggaran.
“APBN itu uang rakyat. Jangan sampai ada anggaran mengendap di akhir tahun hanya karena terlambat perencanaan atau pelaksanaan. Lebih baik dipercepat realokasi ke program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” kata .Azis Subekti
Ia menegaskan, Fraksi Partai Gerindra di DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pengelolaan anggaran tetap transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat kecil. “Kami di DPR akan mengawal, memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar benar menjadi pelindung bagi rakyat, tidak sekadar angka di atas kertas,” pungkas Azis.

Negara yang Kembali Mengingat Dirinya Catatan Sejarah Politik Indonesia Kontemporer
Oleh Azis Subekti Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Gerindra Sejarah politik Indonesia bergerak tidak seperti garis lurus melainkan seperti
