Blora – 21 September 2025
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menghadiri kegiatan penguatan kelembagaan pengawasan pemilu yang digelar Bawaslu Kabupaten Blora, Minggu (21/9). Acara ini turut dihadiri Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Husain, serta Koordinator Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Tengah, Mey Nurlela.
Jajaran pimpinan Bawaslu Blora hadir lengkap, yakni Ketua Andyka Fuad Ibrahim bersama anggota Lulus Mariyonan, Akhmad Alwi, Irfan Syaiful Masykur, dan Muhammad Mustain.
Dalam paparannya, Azis menegaskan bahwa penguatan kelembagaan Bawaslu tidak bisa dilepaskan dari kualitas masyarakat. Menurutnya, kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar literasi demokrasi tumbuh dari akar rumput.
“Sekuat apa pun Bawaslu dan KPU, bila masyarakatnya tidak diperbaiki, hasilnya akan begitu-begitu saja. Maka, kolaborasi dengan pemda harus lebih erat, karena otonomi nyata ada di kabupaten dan kota,” kata Azis.
Azis juga menyoroti pentingnya peran komunikasi publik yang adaptif di era digital. Ia menilai lembaga penyelenggara pemilu harus mampu menyampaikan informasi cepat, jelas, dan responsif agar tidak kalah oleh arus disinformasi.
“Informasi benar harus lebih cepat sampai ke masyarakat dibanding hoaks. Jangan menunggu klarifikasi, tapi dahulukan kebenaran agar publik tidak terjebak,” tegasnya.
Selain itu, Azis mengingatkan ancaman serius berupa cognitive warfare atau perang kognitif, yaitu manipulasi bias berpikir masyarakat oleh pihak-pihak tertentu melalui informasi yang menyesatkan. “Jika kita tidak waspada, bukan tidak mungkin pemimpin di daerah terpilih bukan karena aspirasi rakyat, tetapi karena agenda luar yang mengeksploitasi bias masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendorong Bawaslu membangun pola kerja baru: melibatkan sekolah, komunitas, dan desa sebagai mitra edukasi pemilih; melatih SDM baru dengan literasi digital; serta memperkuat humas dan kanal media sosial agar lebih responsif.
Di akhir sesi, Azis mengajak seluruh jajaran penyelenggara pemilu di Blora untuk menjaga marwah demokrasi melalui kerja nyata dan reputasi baik.
“Kalau Blora tertib, tanpa PSU, dan minim sengketa, itu menjadi reputasi baik bagi penyelenggara dan pemerintah daerah sekaligus,” pungkasnya.

Azis Subekti: Gudang Bulog, Ketersediaan Beras dan Harga yang Dijaga Tetap Waras
Wonosobo, 27 April 2026 — Ada jenis kerja pemerintah yang kongkret, tidak hadir di panggung, tetapi sangat menentukan apakah dapur
