WONOSOBO, 6 Agustus 2026 — Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya dibangun melalui Pemilu yang berjalan baik. Di balik setiap proses demokrasi, ada kualitas pemilih yang menjadi salah satu penentu utama ke mana arah bangsa akan berjalan.
Hal tersebut disampaikan Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, saat menghadiri Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bersama KPU RI dan KPU Kabupaten Wonosobo di Kabupaten Wonosobo, Kamis (6/8/2026).
Menurut Azis, pendidikan politik dan kepemiluan tidak boleh berhenti setelah masyarakat memberikan hak pilihnya di bilik suara. Justru, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran demokrasi terus tumbuh.
“Demokrasi bisa rapuh jika pemilih tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Karena itu, pendidikan politik tidak boleh berhenti setelah Pemilu selesai. Masyarakat harus terus mendapatkan edukasi agar mampu menggunakan hak politiknya secara sadar, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar Azis.

PEMILIH CERDAS ADALAH BENTENG DEMOKRASI
Azis menilai tantangan demokrasi saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat mendapatkan informasi dengan sangat cepat, tetapi pada saat yang sama juga membuka ruang bagi penyebaran hoaks, disinformasi, provokasi, hingga berbagai bentuk manipulasi opini.
Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan kemampuan untuk memilah informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Menurutnya, pendidikan pemilih harus mampu membangun masyarakat yang tidak mudah terprovokasi, kritis terhadap informasi, serta memahami bahwa setiap pilihan politik memiliki konsekuensi terhadap arah pemerintahan dan kebijakan publik.
“Jangan sampai masyarakat menentukan pilihan hanya karena informasi yang belum tentu benar. Pemilih harus mampu melihat rekam jejak, gagasan, program, dan kepentingan yang diperjuangkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar demokrasi tidak dikotori oleh praktik politik uang. Masyarakat harus memahami bahwa suara yang diberikan bukan sekadar sesuatu yang dapat ditukar dengan kepentingan sesaat, melainkan bagian dari penentuan masa depan bangsa.https://x.com/azissubekti/status/2086828752131248175?s=20
PENDIDIKAN PEMILIH TAK BOLEH MENUNGGU PEMILU
Azis mengapresiasi langkah KPU RI dan KPU Kabupaten Wonosobo yang terus mendorong pendidikan pemilih berkelanjutan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena pendidikan demokrasi tidak semestinya hanya dilakukan ketika tahapan Pemilu dimulai.
Terlebih, generasi muda dan pemilih pemula akan menjadi kekuatan penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia ke depan.
“Pemilih pemula harus kita siapkan sejak sekarang. Mereka bukan hanya harus tahu bagaimana cara mencoblos, tetapi juga memahami mengapa mereka memilih dan bagaimana menggunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab,” tutur Azis.
Baginya, demokrasi yang matang membutuhkan masyarakat yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
DEMOKRASI BUKAN SEKADAR KOMPETISI KEKUASAAN
Azis menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh berhenti pada persoalan menang atau kalah dalam Pemilu.
Demokrasi harus menjadi jalan untuk memastikan suara rakyat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut, kata Azis, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, serta kehidupan berbangsa yang berlandaskan persatuan.
Perbedaan pilihan politik merupakan bagian yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan bangsa.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita kehilangan persaudaraan. Demokrasi harus dijalankan dengan kedewasaan, kedamaian, dan tetap menjaga persatuan Indonesia,” tegasnya.
DARI WONOSOBO UNTUK DEMOKRASI YANG LEBIH CERDAS
Azis juga menekankan pentingnya menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada rakyat.
Bagi Partai Gerindra, politik bukan semata-mata kompetisi mendapatkan kekuasaan, tetapi harus menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata.
Karena itu, masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Rakyat bukan sekadar objek dalam demokrasi. Rakyat adalah pemegang kedaulatan. Semakin cerdas pemilihnya, semakin kuat pula demokrasi kita,” ujar Azis.
Dari Wonosobo, Azis mengajak seluruh masyarakat untuk terus belajar, meningkatkan kepedulian terhadap proses demokrasi, serta menggunakan hak politik secara sadar dan bertanggung jawab.
Sebab, demokrasi yang kuat tidak hanya membutuhkan Pemilu yang baik, tetapi juga membutuhkan rakyat yang cerdas, kritis, dan tidak mudah dipengaruhi.
#AzisSubekti #Gerindra #FraksiGerindraDPRRI #DPRRI #KomisiII #Wonosobo #KPURI #KPUWonosobo #PendidikanPemilih #PendidikanPolitik #PemilihCerdas #DemokrasiIndonesia

