NAIK KELAS JADI PENDEKAR MADYA, AZIS SUBEKTI BAWA AMANAH TAPAK SUCI KE JALAN PENGABDIAN


Bukan Sekadar Gelar, Melainkan Amanah

Ada kehormatan yang datang bersama sebuah gelar. Namun, di balik kehormatan tersebut selalu ada tanggung jawab besar yang menyertainya. Hal itulah yang kini melekat pada Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, setelah dikukuhkan sebagai Pendekar Madya Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Tapak Suci Bentuk Karakter dan Ketangguhan

Pengukuhan tersebut bukan sekadar pencapaian personal. Bagi Azis, menjadi bagian dari keluarga besar Tapak Suci merupakan amanah untuk terus menghidupkan nilai-nilai iman, akhlak, disiplin, persaudaraan, ketangguhan, serta keberanian dalam membela kebenaran.

Tapak Suci Putera Muhammadiyah sendiri tidak hanya dikenal sebagai perguruan pencak silat, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Nilai-nilai keislaman, kedisiplinan dan semangat persaudaraan menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang kuat secara fisik sekaligus matang secara moral.

Azis Subekti: Kehormatan Harus Dibalas dengan Pengabdian

Sebagai Anggota DPR RI, Azis Subekti menerima amanah tersebut sebagai bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya kepada masyarakat. Gelar Pendekar Madya tidak dipandang sebagai simbol kebanggaan semata, melainkan pengingat agar setiap langkah tetap berpijak pada nilai dan keteladanan.

Menjadi seorang pendekar, menurut semangat yang dibawa dalam pengukuhan tersebut, berarti memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai, memberi contoh yang baik dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di sekitarnya.

Sejalan dengan Semangat Asta Cita

Semangat tersebut dinilai memiliki irisan kuat dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga manusia yang memiliki karakter, keberanian, disiplin dan kecintaan terhadap bangsa.

Dalam konteks itu, pencak silat memiliki posisi strategis sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Tradisi bela diri yang diwariskan dari generasi ke generasi tersebut dapat menjadi sarana membangun generasi Indonesia yang tangguh secara fisik, kuat secara mental dan kokoh secara moral.

Dari Perguruan Silat untuk Indonesia yang Berkarakter

Pengukuhan Azis Subekti sebagai Pendekar Madya Tapak Suci juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak dapat dilepaskan dari pendidikan karakter dan pelestarian kebudayaan nasional.

Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertarung. Di dalamnya terdapat nilai pengendalian diri, keberanian, kedisiplinan, penghormatan kepada sesama dan semangat menjaga kebenaran. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.

Gerindra dan Semangat Mengabdi kepada Rakyat

Semangat pengabdian tersebut juga sejalan dengan perjuangan Partai Gerindra yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai bagian penting dari perjuangan politik. Jabatan politik maupun kehormatan yang diterima seseorang pada akhirnya harus dibuktikan melalui kerja nyata.

Bagi Azis Subekti, kehormatan tidak boleh berhenti pada nama maupun gelar. Setiap amanah harus diterjemahkan menjadi keberpihakan, kerja dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Pendekar Madya, Amanah Baru untuk Azis Subekti

Pengukuhan ini sekaligus menjadi babak baru bagi perjalanan pengabdian Azis Subekti. Dengan menyandang gelar Pendekar Madya Tapak Suci Putera Muhammadiyah, terdapat amanah moral untuk terus menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi dasar perguruan.

Selamat kepada Azis Subekti atas pengukuhan sebagai Pendekar Madya Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Semoga amanah tersebut semakin menguatkan langkah dalam menjaga iman, akhlak, persaudaraan dan keberanian untuk terus mengabdi serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

#AzisSubekti #Gerindra #FraksiGerindraDPRRI #DPRRI #KomisiII #TapakSuci #Muhammadiyah #PencakSilat #PendekarTapakSuci #JatengTengah

Related Posts